Halaman

Jumat, 17 April 2020

Mengapa Kita Merasa Takut?

Halo, saya Yoka! Selamat datang di teori sok tau Yoka! ehe.
Kali ini saya ingin membahas tentang rasa takut. Ya emang sih saya bukan profesor atau dokter, tapi ya ketik-ketik aja yak.

Rasa takut itu bisa mucul di-berbagai situasi, seperti; situasi sedang dikejar kuyang, lupa buat PR mata pelajaran guru yang galak, sampai takut karena pas bangun tidur mendadak ga bisa gerakin badan. Wkwkwk.

Rasa takut tersebut muncul dari berbagai hal, dan yang paling umum kita ketahui untuk ditakuti adalah hantu. Kenapa kok bisa hantu? Karena menurut saya, hantu itu adalah sesuatu hal yang rata-rata manusia tidak bisa lawan secara fisik. Sehingga ketika kita melihat hantu, rata-rata orang pada kabur, haha.

Adapula hal yang membuat hantu itu lebih seram. Yaitu, hantu sering dikaitkan dengan eksis dimalam hari. Dan seperti yang kita tau, pada malam hari itu indra mata kita sulit untuk melihat, sehingga timbul-lah ke-tidaktahuan serta ke-tidakpastian. Itulah yang membuatnya semakin seram, ke-tidaktahuan.
Ke-tidaktahuan tersebut membuat kita berimajinasi, apa yang ada dalam kegelapan itu. Dari situlah, kita mulai berpikiran aneh-aneh. Mungkin didalam kegelapan kita bisa takut tiba-tiba ada ular menyerang, atau mungkin ada hantu yang diam-diam mengikutimu dari belakang, haha.
Tapi tentu saja, tidak semua orang itu takut dengan gelap, hantu, atau ular. Salah  satu buktinya adalah Panji petualang, hehe.



Lalu apa hal yang membuat semua orang takut?



Dari yang saya katakan sebelumnya, rasa takut timbul dari hantu yang tidak bisa kita serang, dan kegelapan yang menyebabkan ke-tidaktahuan.
Sehingga saya menyimpulkan, bahwa orang itu takut kepada hal yang tidak menguntungkan diri kita. Dan rasa takut tersebut menimbulkan pergerakan melawan atau kabur. Wkwkwk. Itu tergantung dengan rasa takut apa yang sedang dihapadi seseorang.

Contohnya, jika seseorang merasa terancam posisi jabatannya (pekerjaan) oleh orang lain, maka kemungkinan besar dia akan mencoba mempertahankan posisi jabatannya dengan berbagai cara. Bisa jadi dia mencelakai orang yang ingin mengambil jabatannya, atau bisa jadi dia akan bekerja lebih keras lagi sehingga atasannya akan mempertahankannya di posisi jabatan tersebut.
Itu adalah salah satu contoh pergerakan melawan yang ditimbulkan oleh rasa takut.
Contoh lainnya, kalian lagi lewat gang, terus mendadak ada anjing ngejar. Orang rata-rata akan ngapain? Ya kabur lah, wkwkwk. Tapi kenapa kita kabur? Karena kita merasa tidak diuntungkan dalam situasi tersebut. Anjing yang mendadak ngejar kita, itu rasanya membuat nyali kita mendadak ciut dan memilih untuk kabur. Aku rasa, itu disebabkan oleh tekanan yang diberikan oleh Si Anjing. Anjing emang.

Nah sekarang gimana kalau umpamanya ada hal yang sesungguhnya kita tau tidak akan membuat kita rugi, namun kita tetap saja takut. Contohnya adalah gambar yang aneh, seperti gambar orang ditengah hutan dengan tanpa wajah. Ya menurutku sih itu sekali lagi adalah rasa ke-tidak tahuan kita yang membuat kita menjadi takut. Ke-tidak tahuan tersebut yang membuat kita mulai berimajinasi tentang gambar tersebut, seperti asal-usul  gambar tersebut, dan sebagainya.



Jadi sekian dulu untuk ketikan-ketikan ngawur saya terhadap terjadinya rasa takut dalam seseorang. Jika ada salah kata, mohon dimaapin yak, namanya juga ngawur, hahaha.










Tidak ada komentar:

Posting Komentar